Boo

We stand for love.

© 2024 Boo Enterprises, Inc.

Amay

Amay

3mo

ENTJ

Aries

9
1

Apakah kita "senaif" itu?

Sobat, BOO. Rasanya kita perlu sharing bareng nih, soal distraksi hubungan yang selama ini menjadi kendala di pikiran banyak orang. Termasuk, kita sendiri. Kita akan coba pahami dari sisi perspektif atau sudut pandang secara utuh, mengenai aspek kekurangan dalam diri kita melalui analisa dari pertanyaan yang diajukan dibawah ini. Saya coba jelaskan sedikit ya, mudah-mudahan dapat menjadi suatu kebaikan dan kebermanfaatan bagi semua. Pertama, Apakah kekurangan yang kita miliki, membuat kita takut dan khawatir untuk tidak diterima oleh orang lain? Termasuk, dalam hubungan asmara? Saya meyakini, bahwa hal tersebut benar apa adanya dan secara fakta pun banyak dari kita yang telah turut mengalaminya. Tidak dapat dipungkiri lagi memang, bahwa dari pengalaman yang kita dapatkan tentunya akan merubah pola pikir serta mempengaruhi sikap dan tindakan dalam hidup kita. Akibatnya, kita malah cenderung lebih murung dan dihantui rasa malu yang berlebihan. Pendapat ini merupakan suatu kerugian, sehingga dikategorikan sebagai sebuah asumsi negatif. Namun, perlu diketahui juga. Ternyata, hal tersebut tidak berlaku bagi sebagian dari kita. Bahkan, mereka cenderung lebih optimis untuk menjelaskan secara detail segala kekurangan yang dimiliki kepada orang lain. Terlepas dari berbagai jenis resiko dan dampak penolakan yang mungkin akan diterimanya. Mereka malah sangat yakin, jika hal dialaminya itu mampu mereka atasi. Jelas, pendapat ini merupakan suatu keuntungan dan dikategorikan sebagai sebuah asumsi positif. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi? Jika dilihat dari kedua perbandingan di atas, maka persoalannya terletak pada sifat dasar yang meyakini perspektif kekurangan tersebut, yaitu beban dan peluang. Sebab, jika kekurangan yang kita miliki dianggap sebagai sebuah kerugian. Tentu saja, pandangan beban itulah yang menyebabkan diri kita berada dalam keputusasaan. Sebaliknya, jika kekurangan yang kita miliki dianggap sebagai sebuah keuntungan. Maka, kita malah memandang hal tersebut sebagai peluang yang memberi akses kemudahan untuk berkembang. Pada dasarnya, setiap dari kita mungkin kurang jeli dalam mencermati persoalan tersebut. Apalagi, jika kita telah terdistorsi oleh "sentimen" yang kurang pantas diutarakan oleh oknum yang hanya sedikit memahami arti dari pentingnya saling melengkapi terkait keterbatasan antara satu sama lainnya. Semoga bisa dipahami, terima kasih. —

6

6

Comment

Belajar Community

The belajar community, chat, and discussion.

JOIN NOW

42K SOULS

best
new
Ellda

Ellda

3mo

INFJ

Cancer

7
8

Aq pusing,tolong..😭

0

0

Reply

Heartbeat Sound

Heartbeat Sound

3mo

ISFJ

Capricorn

9
1

Sebentar sebentar... Ndisikkk... 🧐💻🧾

0

0

Reply

Meet New People

10,000,000+ DOWNLOADS

JOIN NOW